Sesungguhnya Amal itu Tergantung Pada Niatnya Kunjungi Kami!

Desa

Mungkin ini terjadi setiap hari, mereka saling menyapa dan membantu.  Beberapa tempat menamai dengan istilah khas, ada istilah “rewang” ada istilah “tengka”. Semua istilah mewakilkan semangat positif “kegotongroyongan” masyarakat pedesaan. Di hajatan, beberapa orang saling berjibaku saling membantu. Di acara kifayah hatta acara-acara besar di desa. Apalagi orang “atas”, para pejabat desa tentu akan banyak yang membantu. Karena mereka dianggap berjasa mensejahterakan rakyat. 

Rakyat kecil hanya bisa menjadi bawahan, mau mendapat pengakuan apalah daya keuangan hanya sebatas kehidupannya pribadi. Tak bisa banyak ikut memikirkan masyarakat desa yang banyak kebutuhannya; banyak hal yang harus diupayakan. Hanya modal kedudukan, sungkan membantu sesama hanya tinggal nama. Tapi untungnya, ketika uang berbicara dan sudah mengalir ke seantero desa, barulah mendapatkan pengakuan. Entah, darimana sumber tunggal dana yang digelontorkan. Apalagi hanyalah masyarakat bawah. Manut saja sudah untung. Banyak bicara ditinggalkan dan dijauhi. 

Anak-anak muda di desa sudah berubah, sudah melek (terjaga) malam. Mungkin karena pengaruh handphone komplit dengan paket quota unlimited. Tapi, apa peran pemuda desa? Samakah dengan pemuda desa dulu. Fragmen kecil ini tak bisa digeneral, hanya berlaku bagi sebagian desa kompleksnya masalah pemuda: mabuk, hp yang merusak pendidikan, hingga tongkrongan tanpa tujuan.

Tidak perlu pesimis, meski kabar-kabar sering mengulur ke timur ke barat, ke selatan, ke utara itu akibat pembicaraan. Perkumpulan identik dengan pedesaan, di situ kabar menjadi masakan yang bisa digoreng sana-sini. Bicara begini, setelah digoreng menjadi begitu. Dan seterusnya. Pada gilirannya, hanya menunggu waktu kapan pembicaraan akan berhenti pada tempatnya yang tepat. 

Menjaga nama baik, baik di depan manusia. Tapi sebenarnya, hanyalah rahasia dia dengan Tuhannya. Ya, sama saja. Tapi apapun itu, ketidakonsistenan adalah petanda goyahnya ketulusan mengayomi masyarakat. Terutama uang sebagaimana terdefinisikan di atas. Kau suka membantu, tetapi tak dapat membantu dengan uang akan dikalahkan oleh bajingan yang suka membantu meringankan beban dengan uang. Kebaikan, kesholehan akan dikalahkan oleh politik bajingan yang bermain dengan uang. Seolah simpati, memberi tanpa pamrih. Toh pada akhirnya adalah orang terkaya di desanya. Apa yang diberi tentu harap kembali. 

Mungkin kita mendambakan desa yang tenang, sejuk dan indah. Terutama manusianya yang ramah. Sedikit bicara, tidak mudah menfitnah dan mengadu domba. Saling membantu tanpa mengharap imbalan. Tidak suka membicarakan orang lain yang dilebihkan rejekinya. Dan tidak disibukkan dengan kedengkian akan kesuksesan orang lain. Berjalan sejajar dalam kewajiban sebagai manusia. Yang kaya membantu, yang miskin merasa dibantu. Membantu tanpa menghina, terbantu tanpa hilang wibawa. 

Konsep kehidupan seperti itu sulit. Orang kaya akan lebih bergaul dengan sesama golongannya. Begitupun orang bawah, lebih nyaman saat bersama-sama segolongan dirinya. Meski sistem kasta tidak tampak, tapi dapat dibuktikan kasta-kasta abstrak begitu terasa. Orang bawah menjadi susah, orang atas seenaknya sendiri. Ya begitulah, mau bagaimana lagi. Kehidupan akan selalu demikian, diuji oleh kondisi-kondisi; dengan kelaparan, kekurangan harta dan sebagainya. 

Sesungguhnya kehidupan ini senda gurau. Saling berbangga diri dengan kendaraan, harta, dan anak. Kabar gembira (di akhirat) hanyalah bagi mereka yang bersabar atas permainan dunia ini. 

Desa khayalan yang mungkin ada atau mungkin telah sirna. Di mana penguasa bisa membeli citra positif, dan orang bawah terpaksa harus percaya dalam ketidakmampuannya melawan congkaknya dunia yang begitu rumit.

About the Author

Master of Psychology | Writer | Content Creator | Adventurer

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.